Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (Ctl) Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Materi Hakikat Sholat

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palimanan terhadap materi hakikat sholat melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes pemahaman, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL dapat meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Pada pra-siklus, hanya 35% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dengan nilai rata-rata 61. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 71% dengan nilai rata-rata 71. Pada siklus II, persentase ketuntasan mencapai 90% dengan nilai rata-rata 85. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi hakikat sholat.

Kata kunci: Contextual Teaching and Learning, Pendidikan Agama Islam, Sholat, Pembelajaran Kontekstual

PENDAHULUAN

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas siswa. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), pemahaman yang mendalam terhadap ibadah sholat menjadi salah satu aspek fundamental dalam membentuk keimanan dan kedisiplinan siswa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami hakikat sholat. Siswa cenderung menghafal bacaan dan gerakan tanpa memahami makna dan tujuan sholat dalam kehidupan sehari-hari.

Metode pembelajaran yang masih didominasi oleh ceramah dan tanya jawab membuat siswa pasif dan kurang tertarik dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan melibatkan siswa secara aktif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah Contextual Teaching and Learning (CTL), yang memungkinkan siswa menghubungkan konsep akademik dengan pengalaman nyata mereka.

Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran CTL dalam materi hakikat sholat di kelas VII SMP Negeri 2 Palimanan serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman siswa.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi (Arikunto, 2013).

Setting dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Palimanan, Kabupaten Cirebon, pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VII yang memiliki variasi dalam tingkat pemahaman terhadap materi hakikat sholat.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi:

  1. Observasi – Untuk mengamati keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
  2. Wawancara – Dilakukan dengan siswa dan guru untuk mengetahui efektivitas pembelajaran.
  3. Tes Pemahaman – Mengukur peningkatan hasil belajar siswa melalui pre-test dan post-test.
  4. Dokumentasi – Mengumpulkan data berupa foto, video, dan hasil kerja siswa.

Indikator Keberhasilan

Keberhasilan penelitian ini diukur berdasarkan:

  1. Peningkatan hasil belajar siswa – Minimal 80% siswa mencapai KKM setelah siklus II.
  2. Peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran – Dilihat dari hasil observasi dan wawancara.
  3. Efektivitas penerapan model CTL – Terukur melalui lembar observasi guru dan siswa.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pra-Siklus

Pada tahap awal, pembelajaran masih bersifat konvensional dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 7 dari 20 siswa (35%) yang mencapai KKM, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 61. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap hakikat sholat masih rendah.

 

 

 

Persentase Nilai Tes Siswa Pada Siklus I (Post Test)

 

Persentase   Hasil Belajar Siswa

Tingkat Hasil Belajar

Jumlah Siswa

Persentase Banyak    Jumlah

Siswa

90% - 100%

Sangat Tinggi

2

10%

80% - 89%

Tinggi

10

50%

65% - 79%

Sedang

6

30%

55% - 64%

Rendah

2

10%

0% - 54%

Sangat rendah

-

-

Jumlah

20

100%

Hasil Siklus I

Setelah penerapan model CTL pada siklus I, terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Post-test siklus I menunjukkan bahwa 12 dari 20 siswa (71%) telah mencapai KKM, dengan nilai rata-rata 71. Namun, masih ada beberapa siswa yang belum memahami konsep secara mendalam. Beberapa kendala yang ditemukan dalam siklus ini adalah kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam diskusi kelompok dan keterbatasan media pembelajaran.

Peresentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I (Post Test)

 

No

Ketuntasan

Persentase

Tingkat

Ketuntasan

Banyak Siswa

Persentase

Jumlah Siswa

1.

75

Tidak Tuntas

2

10 %

2.

≥75

Tuntas

18

90%

Jumlah

20

100%

Hasil Siklus II

Berdasarkan refleksi siklus I, perbaikan dilakukan pada siklus II dengan menambahkan media pembelajaran visual berupa video dan memperkuat diskusi kelompok. Hasil post-test siklus II menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 18 dari 20 siswa (90%) mencapai KKM, dengan nilai rata-rata 85.

 

 

 

 

Persentase Nilai Tes Siswa Pada Siklus II

 

Persentase   Hasil Belajar Siswa

Tingkat Hasil Belajar

Jumlah Siswa

Persentase Banyak    Jumlah

Siswa

90% - 100%

Sangat Tinggi

18

90%

80% - 89%

Tinggi

-

-

65% - 79%

Sedang

2

10%

55% - 64%

Rendah

-

-

0% - 54%

Sangat rendah

-

-

Jumlah

20

100%

Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model CTL dapat membantu siswa memahami hakikat sholat secara lebih mendalam. Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, mampu menghubungkan konsep sholat dengan kehidupan sehari-hari, dan memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk belajar.

Tabel perbandingan prosentase ketuntasan belajar

No

 

Tahapan

Presentase

Tuntas

Tidak Tuntas

1.

Pra Siklus

35%

65%

2.

Siklus I

29%

71%

3.

Siklus II

10%

90%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melihat hasil tindakan pada pra-siklus, siklus I dan II sebagaimana di jelaskan di atas dapat peneliti gambarkan hasil per siklus. Hasil belajar peserta didik meningkat tiap siklusnya dimana pada pra-siklus yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab ketuntasan hanya 7 peserta didik atau 35% dengan rata-rata nilai 61. Setelah menggunakan strategi pembelajaran Demonstrasi pada siklus I menjadi 12 peserta didik atau 71% dengan rata-rata nilai 71. Dan diperbaiki lagi pada siklus II ketuntasan sudah mencapai 18 dari 20 peserta didik atau 90% dengan rata-rata nilai 85 lebih jelasnya dapat di lihat dalam tabel berikut:

Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik

Pra-Siklus, Siklus I dan Siklus II

 

Nilai

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Peserta Didik

Persentase

Peserta Didik

Persentase

Peserta Didik

Persentase

90 - 100

0

0

12

71%

18

90%

80 - 89

7

35%

8

29%

2

10%

65 - 79

13

65%

0

0

0

0

55 - 64

0

0

0

0

0

0

0 - 54

0

0

0

0

0

0

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi hakikat sholat. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa dari pra-siklus hingga siklus II, di mana persentase ketuntasan meningkat dari 35% menjadi 90%.

Penerapan model CTL memungkinkan siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran, memahami konsep secara lebih mendalam, dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI, khususnya dalam materi yang memerlukan pemahaman konseptual yang mendalam.

Saran

  1. Guru disarankan untuk terus mengembangkan metode pembelajaran berbasis CTL guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi keagamaan.
  2. Sekolah dapat menyediakan lebih banyak media pembelajaran interaktif, seperti video dan simulasi, untuk mendukung pembelajaran berbasis kontekstual.
  3. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas model CTL pada materi PAI lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

Creswell, John W. Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Boston: Pearson, 2012.

Johnson, Elaine B. Contextual Teaching and Learning: What It Is and Why It's Here to Stay. Thousand Oaks: Corwin Press, 2002.

Miles, Matthew B., & Huberman, A. Michael. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE Publications, 1994.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2018.

Kemmis, S., & McTaggart, R. The Action Research Planner. Geelong: Deakin University, 1988.

Mulyasa, E. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014.

Santrock, John W. Educational Psychology. New York: McGraw-Hill, 2011.

Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.

Rusman. Model-Model Pembelajaran : Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

Trianto. Mendesain Model Pembelajaran  Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana, 2011.

Widodo, S. T., & Jasmadi. Panduan Menerapkan KTSP. Jakarta: Grasindo, 2008.

Yamin, Martinis. Model pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press, 2007.

Zainuddin, M., & Pramono, Agus. Metode Penelitian Pendidikan. Malang: UIN Maliki Press, 2015.

Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2010..

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Model-model Konsep Kurikulum

Ngaji Diri